MTs MARIPARI

Jl. Raya Cibatu No. 24 Maripari Sukawening – Garut Tlp : 0262-2469288

     Selamat Datang di Website MTs Maripari Sukawening - Garut

Photo Staff

Asep Badru Tamam S.Ag. M.Pd
Kepala Madrasah
Budi Awaludin S.Pd.I
Waka. Kurikulum
Rahmat, BA
Waka. Kesiswaan
Saep Munawar S.Pd.I
Waka. Humas
Saepudin S.Pd.I
Waka Sarana dan Prasarana
Yana Mulyana
Kepala Tata Usaha
Handri Handarisman, S.Pd
Bendahara
Jalaludin Nahrowi, S.Pd.
Stap Tata Usaha
Aat Solihat, S.Pd.
Wali Kelas 7A
Jamilah, S.Ag.
Wali Kelas 7B
Enung Fatimah, S.Pd.I.
Wali Kelas 7C
Hani Nurhanimah, S.Pd.I.
Wali Kelas 8A
Dede Jamilah, S.Pd.I.
Wali Kelas 8B
Eli Juliasih, S.Ag.
Wali Kelas 8C
Aam Aminah, S.Pd.I.
Wali Kelas 9A
Moh. Ridwan, S.Pd.
Wali Kelas 9B
Ratnasari, S.Pd.
Wali Kelas 9C

Artikel Terbaru

Pesan Harian

Login Form

PPDB


Jadwal Sholat


jadwal-sholat

VISI!

“Mewujudkan madrasah yang ULAMA : Utamakan prestasi, Lancar dan disiplin
dalam kegiatan belajar mengajar, Aktif dan kreatif dan berkarya, Mandiri dan
responsive terhadap tantangan, Akhlakul karimah yang menjadi tujuan”

x

20 Ucapan Hardiknas Bertema Corona untuk Penyemangat dalam Belajar

User Rating: 0 / 5

KalderaNews.com – Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 yang jatuh pada Sabtu 2 Mei 2020 bertema “Belajar dari Covid-19” akan dirayakan dengan cara unik karena pandemi Covid-19.

Nah, biar Hardiknas menjadi semarak, tak ada salahnya di Hari Lahir Tokoh Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantoro, berbagi ucapan penyemangat dalam belajar yang bisa dikirimkan lewat medsos, whatsapp dan media lainnya untuk para siswa, mahasiswa, atau teman sekolah dan kuliah.

Belajar di rumah, tidak di sekolah atau kampus karena Corona, tak jarang membuat siswa dan mahasiswa jenuh, bosan dan kurang semangat sehingga perlu dimotivasi.

Berikut ini ucapan inspirasi nan kece buat siswa, mahasiswa atau temen-teman sekolah dan kuliahmu saat Hardiknas 2020:

  1. Pendidikan itu penting. Ayo kobarkan semangat belajar di rumah! Demi kemajuan negeri ini. Jangan patah semangat! Selamat Hari Pendidikan Nasional 2020.
  2. Soto babat sate rusa. Hari senja merah merona. Alangkah hebat anak Indonesia. Tetap belajar walau sedang Corona. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020.
  3. Mereka yang ingin berhenti belajar dan menuntut ilmu akan menjadi pemilik masa lalu, tetapi mereka yang terus giat belajar akan menjadi pemilik masa depan. Selamat Hari Pendidikan 2020.
  4. Belinya biasa di Kota Langkat. Minum jahe badannya hangat. Walau virus belum diangkat. Kita belajar tetap semangat. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020.
  5. Pendidikan memang tidak menjamin sukses, tapi tanpa pendidikan kehidupan ini menjadi lebih sulit dibanding di masa sulit Covid-19. Selamat Hari Pendidikan 2020.
  6. Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang di rumah sebagai guru. Selamat Hari Pendidikan 2020.
  7. Dari kenangan Covid-19 kita belajar. Berat buruknya hidup pada akhirnya kita tetap di sini dan menikmati hari ini. Selamat Hari Pendidikan 2020.
  8. Belajar adalah pilihan. Jika kamu memilih belajar dengan senang maka hidup akan senang, jika kamu memilih susah maka hidup pun akan terasa susah. Selamat Hari Pendidikan 2020.
  9. Percayalah Covid-19 adalah sebuah petualangan yang akan memberikanmu cara baru dalam memandang kehidupan. Selamat Hari Pendidikan 2020.
  10. Hidup ini memang susah maka jangan membuatnya menjadi lebih susah lagi dengan kemalasan saat belajar di rumah. Selamat Hari Pendidikan 2020.
  11. Hidup susah bukan berarti kita tidak pantas bahagia. Hidup mudah bukan berarti itu berharga. Nikmatilah saat belajar dan bekerja rumah dengan makna. Selamat Hari Pendidikan 2020.
  12. Tetaplah bersyukur bisa belajar di rumah. Setiap orang hidup dengan perjuangannya masing-masing, jadi tidak perlu merasa paling susah sedunia. Selamat Hari Pendidikan 2020.
  13. Hidup itu susah, tapi kamu tidak sendiri. Banyak yang lebih buruk darimu, tapi mereka bisa bertahan. Selamat Hari Pendidikan 2020.
  14. Ilmu dalam hidup yang susah diaplikasikan salah satunya adalah selalu merasa kaya agar terbiasa memberi. Selamat Hari Pendidikan 2020.
  15. Hidup susah bukan untuk dikeluhkan, tetapi untuk dinikmati dan dijalani sambil melihat ada begitu banyak orang yang lebih susah dari kita. Selamat Hari Pendidikan 2020.
  16. Kota Sumedang sejuk hawanya. Banyak orang pergi ke sawah. Walaupun sedang pandemic Corona. Tetaplah belajar walau di rumah. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020.
  17. Pendidikan bukan hanya persoalan ke sekolah dan kampus lalu mendapatkan ijazah, tapi soal memperluas wawasan serta menyerap ilmu kehidupan. Selamat Hari Pendidikan 2020.
  18. Jika tidak ingin merasakan pahitnya dalam proses mencari ilmu di masa Corona ini maka bersiaplah untuk menahan rasa sakitnya kebodohan sepanjang hidup. Selamat Hari Pendidikan 2020.
  19. Orang bijak belajar ketika mereka bisa, sedangkan orang bodoh belajar ketika mereka dalam keadaan terpaksa. Selamat Hari Pendidikan 2020.
  20. Kalau mau menunggu sampai Covid-19 berlalu, kita akan menghabiskan sisa hidup kita hanya untuk menunggu. Semangat belajar. Selamat Hari Pendidikan 2020

Hari Guru Nasional Tahun 2020 “Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar”

User Rating: 0 / 5

Siaran Pers Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Nomor : 376/sipres/A6/XI/2020 Hari Guru Nasional Tahun 2020 “Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar”

Jakarta, 25 November 2020 – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020 terasa berbeda. Mengusung tema “Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar”, HGN tahun ini memotivasi masyarakat untuk semangat dalam perjuangan melawan pandemi Covid-19. Sebagaimana semangat yang ditunjukkan oleh para guru yang memilih untuk terus bangkit dan berjuang demi keberlanjutan pendidikan di Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan rasa harunya melihat dan mendengar banyak cerita inspiratif dari pengalaman mengajar para guru, terlebih di saat pandemi.

“Saya melihat dan mendengar cerita-cerita hebat, dedikasi, kesungguhan Bapak dan Ibu guru untuk bergerak mencari solusi agar proses belajar anak-anak Indonesia tidak terhenti,” katanya ketika menyampaikan sambutan para peringatan HGN Tahun 2020, di Jakarta, Rabu (25/11).

Mendikbud mengamati, para guru telah mencoba berbagai metode pembelajaran. Ada yang melakukan pembelajaran secara dalam jaringan (daring). Ada guru yang mengatur anak didiknya dalam sebuah kelompok belajar berskala kecil dan didatangi bergiliran. Ada pula yang bergilir masuk sekolah, melakukan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, ada yang mendatangi rumah siswa dan berdiskusi dengan orang tua untuk membantu proses belajar mengajar. Namun, ada juga yang harus mencari sinyal hingga ke seberang sungai, bukit, dan sebagainya untuk dapat menjalankan pembelajaran.

Oleh karena itu, pada momentum HGN ini Mendikbud menyampaikan rasa terima kasihnya. “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada semua guru, tenaga kependidikan, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan pendidikan yang telah menciptakan perubahan dan inovasi yang luar biasa,” sebut Nadiem. “Dengan semangat juang yang tinggi dan kesabaran Bapak/Ibu guru semua, pembelajaran tetap terus berjalan meski dengan segala keterbatasan,” imbuhnya.

“Ini adalah bukti bahwa kita semua adalah pewaris semangat para pejuang yang tidak mau menyerah dengan keadaan. Kita mampu beradaptasi dengan terus belajar, berbagi dan berkolaborasi,” ucap Nadiem optimistis.

Pelaksanaan puncak HGN Tahun 2020 diawali dengan pelaksanaan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Mendikbud. Dalam pelaksanaan upacara dilaksanakan secara tatap muka dan virtual. Secara tatap muka dilakukan dengan peserta terbatas dan penerapan protokol kesehatan.

Pelaksanaan puncak HGN tahun 2020 tidak hanya dilaksanakan upacara bendera, tetapi juga terdapat tayangan spesial yang disiarkan langsung di Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan live streaming YouTube melalui kanal Kemendikbud RI, pada hari Rabu, 25 November 2020, pukul 19.00 WIB. Acara ini dimeriahkan oleh beberapa bintang tamu, antara lain RAN, Rinni Wulandari, Naura, Nola Be3, Lula Kamal dan Gitabumi Voices. Terdapat juga diskusi interaktif guru dan orang tua bersama Mendikbud dan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Iwan Syahril.

Sebagai rangkaian dari peringatan HGN, Kemendikbud juga memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan. Terdapat 150 guru jenjang PAUD, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan khusus yang mendapatkan penghargaan kategori guru inovatif dan inspiratif.

Pandemi Covid-19 jadi Laboratorium Bersama yang Menempa Mental dan Budaya Inovasi

Mendikbud mengatakan, selalu ada hikmah dari setiap peristiwa, termasuk di tengah pandemi Covid-19. Oleh karenanya, ia mendorong agar seluruh insan pendidikan menjadikan situasi pandemi sebagai laboratorium bersama untuk menempa mental pantang menyerah dan mengembangkan budaya inovasi.

Menurut Mendikbud, pandemi juga mengajarkan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan bahu-membahu, bergotong-royong, dan berkolaborasi mengatasi kompleksitas situasi yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Lebih lanjut Nadiem menerangkan bahwa saat ini orang tua begitu aktif terlibat mendampingi anaknya, bahu-membahu memotivasi dan menemani belajar serta turut menjadi guru bagi anak-anaknya di rumah. Jutaan guru dan orang tua giat dalam ribuan webinar dan pelatihan daring, mencari solusi terbaik yang menunjang pembelajaran.

“Sikap-sikap positif ini, semangat pantang menyerah dan gotong-royong adalah sebuah keteladanan untuk anak-anak kita, murid-murid kita, para penerus bangsa. Kepada semua pihak, lanjutkan kolaborasi yang telah terbentuk dengan baik,” tekannya.

“Pandemi telah memberikan kita momentum untuk memetik pelajaran berharga dalam mengakselerasi penataan ulang sistem pendidikan guna melakukan lompatan dalam menghasilkan SDM unggul untuk Indonesia maju,” imbuh Nadiem.

Komitmen Kemendikbud Perjuangkan Hak Para Pendidik

Guru adalah profesi yang mulia dan terhormat. Kemendikbud sejak awal berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan hak para pendidik. Mulai dari rekrutmen guru aparatur sipil negara (ASN), mengembangkan pendidikan, meningkatkan profesionalisme, dan meningkatkan kesejahteraan guru.

Dijelaskan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, Kemendikbud berupaya memperjuangkan guru-guru honorer. Melalui seleksi yang demokratis, para guru yang berstatus non PNS dapat menjadi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Kuotanya cukup besar sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Kami mohon doa Bapak dan Ibu guru agar semua langkah ini berjalan baik dan lancar,” ucapnya.

Berbagai kebijakan dijalankan Kemendikbud di masa pandemi ini. Diantaranya, bantuan kuota data internet; fleksibilitas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS); pengalokasian BOS Afirmasi dan BOS Kinerja untuk penanganan Covid-19 di sekolah negeri dan sekolah swasta; bantuan subsidi upah untuk guru dan tenaga kependidikan non-PNS; kurikulum darurat; program Guru Belajar; laman Guru Berbagi; program Belajar dari Rumah di TVRI; dan seri webinar masa pandemi.

Berbagai upaya ini dilakukan semata-mata untuk menempatkan profesi guru pada tempatnya yang mulia dan terhormat. Mereka telah mempersembahkan pengorbanan yang besar dalam hal waktu, tenaga, bahkan bagian dari hidupnya sendiri demi murid-muridnya. “Terima kasih, telah menjadi pelukis masa depan dan peradaban Indonesia,” pungkas Nadiem.

Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2020. Teruslah bangkitkan semangat dan bersatu untuk anak-anak Indonesia.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Laman: www.kemdikbud.go.id

Belajar Normal 2021: Corona Masih Tinggi

User Rating: 0 / 5

tirto.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem memperbolehkan sekolah menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021. Aturan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun ajaran 2020/2021.

Eks bos Gojek itu mempersilakan pemerintah daerah atau Kementerian Agama memberikan izin secara bertahap dan izin pamungkas oleh satuan pendidikan serta orang tua murid. Nadiem meminta pemerintah daerah mempertimbangkan sejumlah faktor saat memberikan izin, antara lain: tingkat risiko wilayah, kesiapan fasilitas kesehatan dan pendidikan, akses dan kemudahan belajar dari rumah, serta kondisi psikososial murid.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Dicky Budiman mengatakan pembukaan sekolah memang harus mempertimbangkan banyak faktor. Meski sejumlah faktor itu terpenuhi, akan tetapi ia tetap ragu kebijakan ini tidak memberikan dampak buruk apa-apa sebab persentase kasus positif (positivity rate) Indonesia masih tinggi. “Masih di atas 10 persen,” ujar Dicky kepada reporter Tirto, Selasa (24/11/2020).

WHO menyatakan untuk pelaksanaan kegiatan masyarakat, positivity rate harus kurang dari 5 persen dalam dua pekan berturut-turut. Ini belum terpenuhi dan melihat tren yang ada, Dicky juga pesimistis itu terpenuhi pada awal tahun depan. Persoalannya pemerintah pusat dan daerah belum optimal mengupayakan penurunan jumlah kasus positif tersebut. Pemerintah harus gencar membuat peta dan perbaikan strategi 3T (testing, tracing, dan treatment).

Ketika persentase masih tinggi, anak-anak tingkat SD hingga SMA tetap berpotensi terinfeksi virus. Begitu juga dengan para guru, orang tua, dan semua yang terlibat dalam lingkungan satuan pendidikan.


COVID-19 yang merupakan penyakit baru juga membuat Dicky khawatir akan memberikan efek jangka panjang terhadap anak-anak yang terdampak. “Sejauh ini secara data, Indonesia memiliki 11 persen kasus COVID-19 anak. Ini sinyal warning kebijakan sekolah harus dilihat per kasus,” ujarnya.

Pembukaan sekolah pada Januari juga riskan karena berdekatan dengan potensi kerumunan orang di masa Pilkada 2020 dan liburan.

Lost generation karena masa belajar tidak efektif jangan diganti dengan lost generation karena kerusakan kesehatan; jangan memecahkan masalah dengan menciptakan masalah,” tandasnya.

Masalah yang ia maksud adalah pembelajaran jarak jauh itu sendiri selama pandemi. Tak terhitung berapa banyak siswa yang tidak efektif belajarnya karena persoalan ketimpangan akses terhadap teknologi.

Jika pemerintah bersikeras membuka sekolah pada awal 2021, Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono menyarankan mereka membuat panduan komprehensif yang dibagian untuk masing-masing instansi berwenang. Tanpa panduan, dikhawatirkan pemerintah daerah dan satuan pendidikan akan gagap apabila ada kasus positif.

Isi panduan, misalnya, bagaimana melaksanakan KBM pada masing-masing zona penyebaran kasus per wilayah dan berapa persen kapasitas maksimal kelas. Lalu, kata Miko kepada reporter Tirto, Selasa, “Kalau tes sebelum buka kemudian banyak yang reaktif, apa yang dilakukan.”

Pelaksanaan KBM tatap muka tanpa upaya pencegahan yang serius sama saja mengundang klaster sekolah, kata Miko.

Selain itu, menurut epidemiolog dari Universitas Airlangga Laura Navila Yamani, pemerintah juga perlu menjamin warga dalam wilayah satuan pendidikan memiliki pembekalan protokol kesehatan mumpuni. Jika bertekad membuka sekolah, pemerintah harus konsisten memantau kasus COVID-19 dan intensif memeriksa kesehatan warga satuan pendidikan secara berkala. Semua dilakukan agar menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua orang, termasuk wali murid.

Terlepas dari segala upaya pencegahan, Laura mengingatkan tentang kesadaran semua pihak menerima konsekuensi penyebaran virus di lingkungan sekolah. “Sekolah harus siap jika terjadi kenaikan kasus maka akan ditutup sementara sampai terkendali. Orang tua juga demikian jika anak-anak kembali sekolah online,” ujarnya kepada reporter Tirto, Selasa.

Keraguan Para Guru, Ketidaksiapan Sekolah

Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim tidak sepakat dengan opsi pembukaan sekolah dengan situasi seperti sekarang. Ia menyarankan agar KBM secara daring diteruskan sampai berakhirnya masa tahun ajaran 2020/2021. Salah satunya karena kekhawatiran terhadap kemampuan sekolah untuk melaksanakan KBM dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Pada intinya meminta kepada kepala daerah agar sekolah jangan dibuka sampai vaksin COVID-19 sudah diproduksi dan terbukti aman dan halal,” ujar Satriwan kepada reporter Tirto, Selasa.

Lagipula menurutnya sekolah yang dibuka lagi di masa pandemi bakal membuat KBM tidak akan optimal karena sejumlah kegiatan murid dibatasi. Ini menyebabkan situasi yang tidak jauh berbeda dengan pembelajaran daring. “Guru juga tidak akan bisa mengawasi aktivitas siswa. Ini juga potensi penyebaran COVID-19 yang kami khawatirkan,” ujarnya.

Kekhawatiran Satriwan soal kesiapan sekolah wajar mengingat kebijakan serupa sempat membuat orang-orang terpapar Corona, dari mulai siswa, guru, hingga pegawai sekolah.

Ketika itu Satriwan mengkritik dengan mengatakan hak hidup dan hak sehat bagi anak, guru, dan orang tua adalah yang utama di atas segalanya.

Situasi beberapa bulan lalu itu nampaknya tak berubah. Buktinya, baru sedikit dari mereka yang mengirimkan formulir daftar periksa kesiapan, yang merupakan salah satu syarat pembukaan sekolah. Hingga beberapa hari lalu, sebanyak 57,52 persen dari 532 ribu satuan pendidikan belum mengisi formulir tersebut.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang mengawasi persiapan belajar tatap muka pada 15 Juni-19 November 2020, juga menemukan hal serupa. Dari 48 sekolah yang didatangi, hanya SMKN 11 Kota Bandung dan SMPN 4 Kota Solo yang mereka nilai mumpuni melaksanakan KBM tatap muka. Enam sekolah: SMKN 1 Manonjaya kabupaten Tasikmalaya, SMKN 63 Jakarta Selatan, SMPN 1 Kota Magelang, SMPN 7 Kota Bogor, SDN Pekayon Jaya 06 Kota Bekasi, dan SMPN 1 Kota Madiun, dianggap sudah siap namun memerlukan SOP adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan KPAI menyarankan pemerintah pusat dan daerah fokus memenuhi infrastruktur sekolah dan mengalokasikan dana, mengingat biaya AKB tidak sedikit. “Butuh dukungan dana dari pemerintah,” ujar Retno.

Kemudian, ia menekankan: “Kalau daerah belum siap, maka tunda dulu buka sekolah meskipun di daerah itu zonanya hijau.”
 

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Rio Apinino

Pencarian

KalderaNews.com – Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 yang jatuh pada Sabtu 2 Mei 2020 bertema “Belajar dari Covid-19” akan dirayakan dengan cara unik karena pandemi Covid-19. Nah, biar Hardiknas menjadi semarak, tak ada salahnya di Hari Lahir Tokoh Pendidikan Nasional Ki Hajar….......
Siaran Pers Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 376/sipres/A6/XI/2020 Hari Guru Nasional Tahun 2020 “Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar” Jakarta, 25 November 2020 – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020 terasa berbeda. Mengusung tema “Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar”, HGN tahun….......

Berita Terbaru